Rabu, 17 Juli 2013

Kali Kuning

Longsor tebing di kordinat 7 derajad 57 menit 46 detik Lintaqng Selatan, 112 derajad 16 menit 22 detik Bujur Timur telah menggelitik hati kawan kawan dari RAPI wilayah 03 Blitar Raya. Mengingat bahwa Blitar berada di selatan Gunung Kelud, sedangkan kali Kuning berada dikaki gunung Kelud sisi Selatan. Info yang diterima dari masyarakat yang sering berburu (geladak) dikawasan hutan sekitar Kali Kuning. Menurut informasi awal, longsoran tebing telah membendung kali tersebut dan mengakibatkan genangan sepanjang 2,3km dan dikhawatirkan mengakibatkan banjir jika hujan turun terus dan air meningkat terus.
Kali Kuning dengan tebing terjal dikiri kanan sepanjang kali
Pada hari minggu 7 JULI 2013,  kami 8 Orang anggota RAPI Wilayah 03 Blitar berniat melakukan ekspedisi melihat dari dekat keadaan kali kuning yang terbendung longsoran tebing tersebut. Dibenak kami tak terbayangkan bahwa medan menuju tempat itu sangat berat. Tanpa membawa peralatan dan bekal di pandu oleh rekan Petruk kami meluncur dengan sepeda motor. Setibanya ditepi hutan Gunung Kelud kami berniat menelusuri kali kuning hingga longsoran itu. Ternyata tebing kali yang curam dan medan yang berat serta hutan yang lebat, membuat kami bingung dan hampir tersesat.
Motor hanya bisa sampai disini dipinggir hutan Gunung Kelud yang berbatas dg perkebunan Candi Sewu
Beratnya medan tanpa bekal membuat kami ciut nyali dan sesuai dengan petunjuk dari rekan Gentho dari Swakarsa Group, kami kembali ke pangkalan dan akan bergabung bersama rekan dari TAGANA, SWAKARSA dan masyarakat sekitar beberapa hari kedepan yaitu ketika rekan dari wakarsa ini selesai menginstal Repeater di Gunung candisewu.

RAPI, INDA,TAGANA, SAR, BANGLINMAS Berpose bersama dilongsoran tebing Kali Kuning Gunung Kelud pada kordinat 7'57''46'" LS dan 112'16"22'" BT
Hari Rabu Tanggal 17 Juli 2013 jam 8.30 pagi kami telah siap bersama team dan sekitar jam 9 pagi kami mulai mendaki meniti medan yang begitu berat kami sampai pada lokasi longsoran tebing sepanjang +/- panjang 50 meter dengan ketebalan longsor sekitar 12 meter. Membendung Kali Kuning dengan lebar dasar sekitar 5 meter dan timbunan longsor teratas sekitar 25 meter. Kali saat ini menggenang sekitar kedalaman 12 meter atau lebih dan kehulu sepanjang 2,3 km.



















Kami meniti sepanjang punggung bukit. Dikiri kanan kami jurang sekitar kedalaman 30 meter atau lebih

Menelusuri sungai sangat riskan karena kiri kanan adalah tebing batu terjal yang siap runtuh setiap saat baik karena gempa maupun karena terpaan air hujan.



















Bung Fajar yang selalu berada didepan dengan golok terhunus untuk membabat penghalang dijalan seperti onak dan duri dlsb

Menanjak 60, 70,80 derajat kemudian menurun dengan elevasi yang sama terjalnya sungguh sangat melelahkan.

Bung Fajar menghela nafas melepas lelah 

Bang Codot yg mengenakan seragam AR juga menggeh-menggeh sambil melepas lelah

Tebing longsor di samping kami tapi diseberang sungai

Ini dari Tagana dan litbang Linmas
Setelah kami melakukan perjalanan yang melelahkanmelihat sekitar longsoran dan melihat sebahagian dari genangan air di hulu Kali Kuning, kami kembali dengan satu kesimpulan.

Kejadian ini sudah sering terjadi ketika musin penghujan namun jarang diketahui oleh masyarakat karena letaknya yang jauh di hutan perbukitan Gunung Kelud sisi selatan dan tenggara. Jika air yang mengantong ini jumlahnya besar, maka suatu saat ketika tumpah ke hilir mengakibatkan banir sepanjang sungai disertai aliran pasir yang sering disangkakan sebagai lahar dingin.

Kejadian terakhir bulan juli ini adalah laporan dari mayarakat yang berburu (geladak) yang kebetulan mencapai tempat tersebut.
Longsoran pada kordinat itu mencapai kepanjangan sekitar 50 meter dengan ketebalan sekitar 12 meter dan ketinggian 30 meter atau lebih dari sisi tenggara tebing kali kuning dan menutupi aliran kali kuning sehingga membentuk genangan sepanjang 2,3 km.
Tanah longsor pasir dan batu itu akan tergeru dan hanyut ketika permukaan air udah melebihi permukaan longsoran. Hal ini akan membahayakan para penambang pasir.  Lokasi longsoran dan penggembungan kali/air jauh dari pemukiman penduduk atau dalam hutan lebat.

Menurut kami, tindakan yang perlu diambil baru dalam tingkat waspada dan menghimbau para penambang untuk berhati-hati dalam setiap keadaan.